Merenung Akan Penyelesaian Sebuah Masalah - Air mata, kemana kita akan menetes, sebuah janji sebuah kalimat yang menusuk relung hati yang paling tajam. Betapa hatiku sakit dengan tingkahnya yang begitu sensitif kepadaku. aku tidak tahu harus bagaimana. di satu sisi aku tidak berhak melarangnya untuk pergi.
Malam pun tiba, Kami mempunyai sebuah masalah. masalah yang teramat sederhana. masalah ini hanya persoalan hati yang gelisah akan kepergiannya, walau dibenakku terasa sakit. namun tak bisa ku pungkiri. Aku memang kekasih hatinya, namun aku juga sadar akan posisiku tidak sebagai suaminya ataupun saudara kandungnya.
Aku tidak berhak melarang dia pergi, dan apapun aku tidak berhak, namun disatu sisi aku memiliki ke khawatiran. Ataukah kekhawatiran aku berlebihan.
Andai dia tahu perasaan aku ini, perasaan yang tidak dimiliki oleh laki-laki lain. Jujur aku sangat mencintainya, semua kuberikan untuknya, cinta, bahkan semuanya. Aku juga rela tidak makan demi memberi sesuatu untuknya.
Aku juga tidak mengerti dengan perasaan dalam hatiku, apakah semua berlebihan? bagaimana perasaan aku kelak jika dia bukan milikku lagi? hatiku menangis, menangis. Semoga Tuhan memberikan sesuatu yang indah untuk kami nantinya. Sebuah akhir yang bahagia, sebuah akhir dimana aku dan dia dapat bersatu.
Luapan emosi yang berada didalam hatiku ini membuat hatiku menjadi gelap, gelap akan sebuah kepalsuan, aku tidak tahu harus bagaimana dengan semua ini. terlalu sakit untukku.
Semoga kamu yang disana sadar :(
Malam pun tiba, Kami mempunyai sebuah masalah. masalah yang teramat sederhana. masalah ini hanya persoalan hati yang gelisah akan kepergiannya, walau dibenakku terasa sakit. namun tak bisa ku pungkiri. Aku memang kekasih hatinya, namun aku juga sadar akan posisiku tidak sebagai suaminya ataupun saudara kandungnya.
Aku tidak berhak melarang dia pergi, dan apapun aku tidak berhak, namun disatu sisi aku memiliki ke khawatiran. Ataukah kekhawatiran aku berlebihan.
Andai dia tahu perasaan aku ini, perasaan yang tidak dimiliki oleh laki-laki lain. Jujur aku sangat mencintainya, semua kuberikan untuknya, cinta, bahkan semuanya. Aku juga rela tidak makan demi memberi sesuatu untuknya.
Aku juga tidak mengerti dengan perasaan dalam hatiku, apakah semua berlebihan? bagaimana perasaan aku kelak jika dia bukan milikku lagi? hatiku menangis, menangis. Semoga Tuhan memberikan sesuatu yang indah untuk kami nantinya. Sebuah akhir yang bahagia, sebuah akhir dimana aku dan dia dapat bersatu.
Luapan emosi yang berada didalam hatiku ini membuat hatiku menjadi gelap, gelap akan sebuah kepalsuan, aku tidak tahu harus bagaimana dengan semua ini. terlalu sakit untukku.
Semoga kamu yang disana sadar :(



